Menelusup Ke Kamar Adik Ipar


ANDAIKAN sosok seperti Bardino, 25, ini hidup di zaman revolusi 1945, sangat dibutuhkan di medan perjuangan. Berani menelusup ke daerah pertahanan musuh. Sayangnya dia lahir di era gombalisasi, sehingga keberaniannya itu digunakan untuk “menelusup” ke kamar adik iparnya. Akibatnya, Nastiti, 18, pun kemudian hamil 6 bulan!
nah-20
poskotanews
Ipar atau adik wanita daripada istri kadang bisa menjadi musuh dalam selimut. Ini terjadi bila punya suami yang imannya hanya setebal selotip. Melihat adik ipar yang begitu mulus bebas dempul, pikirannya jadi macem-macem. Bila pemikiran ngeres ini terus dikembangkan dan difasilitasi, akhirnya akan sampai pada kesimpulan bahwa ipar itu sampai disebut ipe (bahasa Jawa) karena ternyata: iki ya penak (ini enak juga).
Kesimpulan gendeng ini setidaknya diakui oleh Bardino, warga Pekon (kelurahan)  Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Lampung. Begitu berhail masuk kamar adik iparnya, gadis yang baru tumbuh mekar tersebut diperlakukan bak istri sendiri. Karena keasyikan dan keenakan, perbuatan terkutuk itu pun dilakukan berulang kali.

Tapi setelah Nastiti hamil, solusinya tak ada lain kecuali jadi urusan polisi.
Meski sudah menjadi kepala rumahtangga, Bardino memang masih tinggal di kompleks Mertua Indah yang bebas cicilan BTN. Dia tinggal satu kamar dengan istrinya, Gati, 25. Sedangkan di kamar lain ada Nastiti, yang juga satu kamar sendirian. Sang mertua laki perempuan di kamar lain pula, yang letaknya agak berjauhan dari kamar Nastiti.

Untuk pemikiran yang lurus-lurus saja, tata letak kamar yang demikian sebetulnya tak jadi masalah. Tapi bagi Bardino yang belakangan kesengsem berat pada sang adik ipar, itu sebuah medan yang sangat strategis untuk melancarkan nafsu iblis. Maka sejak itu dia selalu memutar otak, bagaimana penyergapan itu harus dimulai, sehingga “musuh” tak bisa berkutik, tapi para Belanda tetap di tangsinya.

Terus terang, sebetulnya Bardino agak menyesal mengawini Gati, kakak kandung Nastiti. Di samping usianya sama-sama 25 tahun, secara pisik kurang menjanjikan. Setelah jadi suami istri, barulah Bardino tahu bahwa adik kandung istrinya sangat cantik mempesona. Kalau belanja barang masih bisa ditukar jika ada bon pembelian, lha kalau belanja istri, mana mungkin ditukar-tukar, bisa dipathak watu (ditimpuk) ini kepala menantu.

Sementara hidup dalam penyesalan berkepanjangan, Bardino selalu mengagumi kemolekan tubuh Nastiti yang semakin memukau. Tata letak kamar di rumah mertua, bagi Bardino ternyata sangat menguntungkan. Setelah dikalkulasi untung dan ruginya, sekali waktu dia meneguhkan diri untuk bisa mulai mengadakan “serangan umum” non 1 Maret 1949 itu.

Tengah malam yang sepi, di kala seluruh anggota keluarga tertidur lelap, diam-diam Bardino merayap ke kamar adik iparnya yang hanya ditutup gordin. Secara pelan tapi pasti, penyergapan itu dimulai. Awalnya ada sedikit perlawanan, tapi berkat rayuannya yang sangat maut, akhirnya Nastiti bertekuk lutut dan berbuka paha juga. Sejak itu dia membenarkan jarwa dosok (kata majemuk)-nya orang Jawa, ipe itu ternyata memang kepanjangan iki ya penak!

Aksi mesum terus berlanjut, sampai kemudian Nastiti pun hamil 6 bulan. Bingunglah sekarang Bardino, ke mana harus menyembunyikan. Sempat disembunyikan di daerah Rawajitu, Tulangbawang. Tapi karena kepergian Nastiti bersama Bardino, akhirnya timbulah kecurigaan itu. Saat pulang kembali segera diinterogasi, hasilnya Nastiti mengaku bahwa hamil 6 bulan akibat digauli secara berkesinambungan oleh kakak iparnya.

Tentu saja istri Bardino dan mertua berikut jajarannya marah besar. Bagaimana harus menyelesaikan kemelut ini? Mana mungkin poligami dengan adik kandung sendiri. Saking marahnya Gati, suami yang telah memberikan satu anak itu dilaporkan ke Mapolsek Pringsewu. Sanksi hukumannya bisa kena 15 tahun penjara. Sebab gara-gara ulah Bardino, Nastiti terpaksa putus sekolahnya di SMA.

Tak dapat ijasah malah bakal dapat ijabsah.
Sumber:http://www.poskotanews.com/2013/03/20/pemberani-itu-menelusup-ke-kamar-adik-ipar/

0 komentar on Menelusup Ke Kamar Adik Ipar :

Poskan Komentar